Masih ingat gak sewaktu kita masih di Sekolah Dasar dulu, guru Ilmu pengetahuan sosial pernah bercerita tentang kekayaan alam bangsa kita kayak hutan, laut, barang tambang, budaya dll. Coba tengok keluar dari alam mimpi anda dan lihatlah kenyataan yang ada, berapa kerusakan yang telah timbul sampai hari ini karena ulah manusia, emisi karbon, dan ujung-ujungnya ke global warming.
Kita harus bersukur karena konon dulu Indonesia pernah mendapat predikat sebagai " Zamrud katulistiwa" tapi kayaknya mesti berubah karena laju pengrusakan hutan dan alih fungsi hutan oleh para pemegang HPH sebagai kebun kelapa sawit dan tambang sangatlah luas dan tak terbendung.
Hutan di Indonesia termasuk ke dalam kategori Hutan tropis, lebih dari 70 persen jenis tumbuhan dan satwa (berarti lebih dari 13 juta jenis) di dunia hidup di hutan tropis. Berbeda dengan hutan di daerah lain yang jenis pohonnya hanya beberapa gelintir saja, di hutan tropis dapat ditemukan lebih dari 200 jenis pohon per hektarnya.
Indonesia memiliki 515 jenis mamalia alias binatang menyusui (urutan kedua di dunia, kita hanya kalah tipis dari Brazil), 39 persennya endemik Indonesia atawa tidak dapat dijumpai di negara lain. Sementara itu, meskipun kita berada di urutan kelima dalam hal jumlah jenis burung yang dimiliki (total 1,531 jenis) namun kita merupakan negara paling kaya dengan jumlah jenis burung sebaran-terbatas yang terbanyak di dunia, dan 397 jenis burung hanya dapat ditemukan di negeri kita.
Dalam hal kekayaan jenis ikan air tawar, Indonesia yang memiliki sekitar 1.400 jenis hanya dapat disaingi oleh Brazil. Di bidang kelautan, Indonesia memiliki kekayaan jenis terumbu karang dan ikan yang luar biasa, termasuk 97 jenis ikan karang yang hanya hidup di perairan laut Indonesia.
Tentang tumbuhan, kekayaan Indonesia juga tidak diragukan sebagai lima besar negara terkaya dengan lebih dari 38.000 jenis tumbuhan tingkat tinggi alias tumbuhan yang memiliki akar-batang-daun yang jelas dapat dibedakan. Dengan 477 jenis dan 225 di antaranya endemik, Indonesia memimpin dalam kepemilikan jumlah jenis palem di dunia.
Timbul sebuah pertanyaan, bangsa kita kaya gak seh? atau hanya pemegang predikat saja sementara terus kehilangan dan mewariskan cerita indah pengantar tidur untuk anak cucu kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar